Hmmm… Kembali ke laptop.
Saya lagi berpikir ttg pasif income. Buat beberapa orang, pasif income itu menakutkan. Nonsen. Ga pernah ada. Bohong. Pasif income itu hanya istilah yang diterbitkan kiyosaki untuk memanipulasi orang, dan menggali uangnya untuk kepentingan bisnis. Apalagi mungkin buat2 orang2 yang pernah berbisnis yang menawarkan pasif income, dan mereka merasa ditipu. Saya bilang “merasa” ditipu karena mereka pikir bisnis spt itu bisa menghasilkan dengan waktu yang cepat dan kerja yang sedikit. Padahal bisnis nya tidak seperti itu. Soale sy pernah berpikir begitu. He he he.
Tapi ada pemikiran lagi. sy mulai mencoba mengenali sisi lain dari konsep pasif income ini. Pasif income ini mewakili rasa aman pada saat akan menghadapi kondisi yang saya tidak pernah tau (dalam hal ini, kondisi yang tidak pernah kita tau saya "equal"kan dengan masa depan).
What will happen to us in the future? Am I ready for something if bad things happen? Am I ready for something if good thing happen? Kalau saya meninggal apakah saya sudah menyiapkan sesuatu? Kalau ada yang mau minta bantuan apakah saya sudah menyiapkan sesuatu?
Pasif income itu ada dan bisa direncanakan untuk ada.
So.. dari mana datangnya si pasif income ini?
Ternyata dia datang dari asset yang kita bangun. Dalam kehidupan, contoh yang paling dekat ya kalo saya punya asset berbentuk rumah, sebagai tempat kos. Dari situ akan ada aliran dana tiap bulan yang bisa disiapkan untuk masa depan. Kalau dalam konsep agama, ada tiga hal/asset yang bisa menghasilkan pasif income, pahala yang mengalir terus menerus, yaitu harta yang bermanfaat, ilmu yang berguna, dan anak yang shaleh. Ketiga hal itu akan menjadi pengaman untuk masa depan kita.
Trus… gimana cara membangunnya?
Sebetulnya, malu juga untuk membahasnya. Soalnya saya juga masih termasuk orang yang pemikirannya rumit. Cara membangunnya simple. jalannya sudah ada, kriteria-kriteria yang perlu dicapai sudah ada SOP nya sudah sangat jelas dan detail. Tinggal diikutin saja. Ga usah neko-neko.
Coba deh. Misalnya pilih saja membangun anak yang shaleh. Anak yang shaleh itu sudah ada kriterianya. Untuk membuat/membimbing anak tersebut menjadi shaleh sudah ada caranya, guidance nya, SOP nya. Kalau dalam perjalanan saya melenceng, ya tinggal balik lagi lihat ke kriterianya.
Mau punya pasif income di dunia… sudah ada kriterianya, cash flow yang positif yang pasif. Untuk menghasilkannya juga sudah ada caranya, guidance nya, SOP nya. Kalau dalam perjalanan saya melenceng, ya tinggal balik lagi lihat ke kriterianya.
Tinggal saya mau menjalankan prosesnya atau tidak?
Last but not least (I hope) Pasif income itu memang ada. Pasif income itu konsep yang sangat sederhana tapi memang sangat tidak mudah dalam pelaksanaan prosesnya. Yang perlu saya tanamkan dari sekarang adalah… sesuatu yang sulit akan selalu equal dengan hasil yang baik. Sesuatu yang “dibuat” mudah (apalagi korupsi atau potong kompas) akan equal dengan hasil yang kurang baik, dan konsekuensinya, saya akan menghadapi kesulitan-kesulitan yang lain yang nilainya setimpal.
Kata Aa Gym dalam suatu seminar: “Dalam melaksanakan sesuatu, pastikan niat harus baik, cara harus benar.”
Pasif income bersatu dengan perjalanan kebaikan-kebaikan yang kita lakukan. Bersatu dengan perjuangan-perjuangan atas doa baik yang kita sampaikan ke Tuhan. Bersatu dengan kerendahan hati. Bersatu dengan keikhlasan menerima dan belajar dari kondisi yang sulit. Bersatu dengan sifat-sifat baik yang dibangun dengan sengaja. Dan Pikiran Yang Selalu Positif.